Friday, May 6, 2016

Kesimpulan Wawancara

Kesimpulan dari ketiga tokoh agama yang telah kami wawancara mengenai perilaku terhadap sesame umat beragama adalah semuanya menjawab harus salaing mehargai satu sama lain dan menghormati agama yang lainnya. Setiap agama memiliki keyakinannya masing-masing yang sudah diajarkan untuk menghargai danmenghormati satu sama lain (sesama umat yang beragama) Dari Agama islam yang diajarkan melalui al-qur’an,  dari agama katolik diajarkan didalam kitam dan agama Buddha juga diajarkan didalam Tripitaka. Maka dari itu kita sebagai umat beraga harus menghargai satu sama lain walaupun kita memiliki keyakinan masing-masing.
Dan untuk teori keagamaan dari buku bacaan CB Agama tidak bisa kami jabarkan, karena mata kuliah CB yang kelompok kami sedang tempuh adalah CB Professional Development.

Laporan CB Agama LB21



Kegiatan wawancara tokoh agama bertema “Pentingnya Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Untuk Menjaga Keutuhan NKRI dan melangsungkan Pembangunan Nasional”




Kelas             : LB21
Dosen            : Ketut Budiasa- D2849
Lokasi            : SDS Bhakti Tugas, MCI (Marian Centre Indonesia dan Vihara Prasadha Jinarakkhita 
Hari, tanggal  : Selasa, 5 april 2016 dan Rabu, 4 Mei 2016 Tim yang Hadir :Ketua             : Luthfi ramadhan putrid - 1701292065
Angota:
1. Aurelia Fika - 1701295325 
2. Jessica Alifa Putri - 1701302892 
3. Julianty - 1701328336





Tim yang tidak hadir : tidak ada

Agama: Islam


Pertama-tama kegiatan wawancara tokoh agama diawali lewat tingkat yang paling awal.

kami ingin belajar lebih dalam bagaimana cara yang baik dalam menanamkan rasa toleransi antara umat beragama dalam ruang lingkup anak-anak, khususnya sekolah dasar.

kami yang terdiri dari Julianty, Fika, Jessica, serta Luthfi berkunjungl angsung ke SDS BHAKTI TUGAS, disini kami bertemu langsung dan melakukan sesi wawancara langsung dengan Bapak Mashur dan Bapak Nur selaku guru agama Islam di sekolah dasar ini.






Bapak Mashur dan Bapak Nur menyambut kami dengan karisma seorang guru sekolah dasar yang penuh dengan semangat namun tetap dibumbui dengan candaan yang ringan. Setelah melakukan perkenalan, kami memulai proses wawancara ini, disini kami menanyakan banyak hal tentang pendidikan toleransi antar umat beragama khususnya di sekolah dasar. Disini kami dijelaskan bagaimana Pentingnya pendidikan Agama dalam membangun karakter manusia yang baik kedepannya. Kami perlahan juga diajak berfikir layaknya seorang guru yang mengajari anak muridnya yang masih polos dan belum banyak mengerti tentang Agama, toleransi, serta membangun karakter yang baik

Setelah berbinjang selama kurang lebih setengah jam disini kami dijelaskan bahwa lewat cerita dan dongeng yang berwarna-warni, murid-murid sekolah dasar dapat menerima pesan moral serta ajaran-ajaran yang menjelaskan toleransi dengan lebih jelas, penuh makna, namun tetap menarik di mata anak-anak.

contoh cerita yag dapat disampaikan adalah cerita Nabi-Nabi besar Allah, cerita sejarah hidub Nabi Muhammad, serta cerita sahabat-sahabat Nabi. Lewat cerita tersebutlah secara tidak langsung murid-murid sekolah dasar mulai belajar tentang toleransi lewat cara yang mudah, berwarna, ramah, serta efisien. karena murid-murid sekolah dasar dapat membayangkan serta mengimajinasikan segala bentuk cerita yang disampaikan oleh guru dan orang tua. Selain mereka banyak belajar dalam menanamkan pola fikir toleransi, murid-murid sekolah dasar tersebut perlaham membangun karakter yang baik dan sesuai dengan ajaran agama islam namun tetap menjunjung tinggi rasa toleransi.

Kami dapat menyimpulkan bahwa pendidikan karakter lewat agama sejak dini sangatlah penting bagai manusia. Dan cara yang baik adalah lewat cerita, dongeng, serta tampilan-tampilan edukatif yang berwarni-warni (kartun, buku cerita bergambar, dll) namun tetap mempunyai nilai moral yang dapat ditanam sejak dini, sehingga tumbuh menjadi manusia yang berkarakter baik kedepannya.
Berikut beberapa foto saat kami melakukan wawancara

Agama Katolik

Setelah itu untuk mewawancara tokoh agama yang selanjutnya. Kami mengunjungi MCI (Marian Centre Indonesia) untuk bertemu dengan Pastur selaku tokoh agama Katolik. Disini kami bertemu langsung dan melakukan sesi wawancara langsung dengan Pastur Fancy yang melakukan pelayanan di Gereja MBK.

Setelah kami masing-masing memperkenalkan diri, kami memulai proses wawancara ini, kami bertranya banyak hal tentang bagaimana tanggapan Pastur tentang keanekaragaman agama di Indonesia. Disini kami dijelaskan bahwa membangun rasa toleransi antar umat beragama sangatlah penting, dan sikap toleransi harus dimulai dari diri kita sendiri.Dalam Katolik, aspek kerukunan hidup beragama dan saling toleransi dapat diwujudkan melalui hukum Cinta Kasih yang merupakan pedoman hidup umat Kristiani. “Kasihanilah Tuhan dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap hal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Kasihanilah sesama manusia seperti dirimu sendiri.” Yakni kita selayaknya mengasihi Allah dan sesama kita manusia karena Cinta Kasih adalah hukum utama dan yang terutama dalam kehidupan umat Kristiani. 

Hukum Cinta Kasih menggambarkan bahwa kita semua dihadapan Tuhan memiliki hak yang sama, karena itu jangan lah kita membeda-bedakan apa yang dihadapan Tuhan sama. Kita harus hidup rukun dan saling mengasihi meskipun kita berbeda-beda agama. Dari mengasihi orang lain dan sesama kita yang berbeda agama, kita akan memiliki sikap saling menghormati agar tercipta kehidupan yang rukun dan damai.
Tindakan anarkis yang terjadi atas nama agama membuat kita menjudge sebuah agama buruk karena menjadi sumber timbulnya masalah. Padahal sebenarnya, hal itu terjadi karena kepentingan pribadi lainnya/golongan yang mengorbankan dan memanfaatkan agama sebagai alasan untuk membenarkan tindakan mereka. Pada dasarnya agama itu baik, agama manapun tidak pernah mengajari kita untuk membenci agama lain dan menjadi dasar untuk membuat permasalahan.
Karena itu, kita perlu kembali berpikir bahwa sebenarnya semua agama itu baik, agama awalnya ada sebagai pedoman hidup manusia, sebagai tatanan moral untuk kita hidup rukun dan harmonis dalam masyarakat, untuk menghindari konflik bukan sebagai pemicu konflik.

Perlu adanya revolusi iman agar kita tidak lagi memandang agama sebelah mata dan menyalahkan agama atas terjadinya konflik. Dimana kita mengembalikan agama pada posisinya yang murni, bukan sebagai institusi politik yang memicu terjadinya fitnah antar agama dan memacu adanya perselisihan.









Agama: Buddha


Selanjutnya kami mewawancara Tokoh agama buddha di Vihara Prasadha Jinarakkhita.
Cukup sulit untuk dapat menemui Bhante yang akan kami wawancarai pada awalnya, tetapi wawancara tetap berlangsung walaupun bhante yang ada sedang ditengah kesibukannya.Kekurukanan antar umat beragama adalah penting adanya apalagi didalam sebuah bangsa yang besar dengan beragam agama didalamnya. Dalam rangka menuju terciptanya dan melestarikan Tri Kerukunan tersebut adalah dengan meningkatkan Moral, Etika, dan Akhlak bangsa yang disebut SILA. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Moral dalam manifestasinya dapat berupa aturan, prinsip-prinsip, benar dan baik, terpuji dan mulia. Dengan dasar ajaran cinta kasih (metta) dan kasih sayang (karuna) terhadap semua makhluk, agama Buddha memberikan peluang dan wawasan kepada umatnya untuk memiliki wawasan keagamaan yang insklusif mau menerima dan menghargai kehadiran golongan agama lain di luar dirinya.

Di Indonesia sendiri kehidupan antar umat beragama sudah baik, terdapat toleransi antar umat beragama, tidak hanya agama melainkan juga keperbedaan ras yang juga dilindungi dalam undang- undang. Di Vihara Prasadha Jinarakkhita, pada setiap acara atau kegiatan yang diadakan di Vihara adalah terbuka bagi umum, baik buddist maupun non-buddist. sehingga masyarakat non-buddist juga dapat lebih mengenal agama buddha. Disini data terlihat pentingnya rasa toleransi atar umat beragama. 
Sayang sekali wawancara kami dennen bhante tidak berlangsung lama, kami juga lupa melakukan foto bersama, sebelum kami dan bhante berpamitan.