Kegiatan wawancara tokoh agama bertema “Pentingnya Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Untuk Menjaga Keutuhan NKRI dan melangsungkan Pembangunan Nasional”
Kelas : LB21
Dosen : Ketut Budiasa- D2849
Lokasi : SDS Bhakti Tugas, MCI (Marian Centre Indonesia dan Vihara Prasadha Jinarakkhita
Hari, tanggal : Selasa, 5 april 2016 dan Rabu, 4 Mei 2016 Tim yang Hadir :Ketua : Luthfi ramadhan putrid - 1701292065
Angota:
1. Aurelia Fika - 1701295325
2. Jessica Alifa Putri - 1701302892
3. Julianty - 1701328336
Tim yang tidak hadir : tidak ada
Agama: Islam
Pertama-tama kegiatan wawancara tokoh agama diawali lewat tingkat yang paling awal.
kami ingin belajar lebih dalam bagaimana cara yang baik dalam menanamkan rasa toleransi antara umat beragama dalam ruang lingkup anak-anak, khususnya sekolah dasar.
kami yang terdiri dari Julianty, Fika, Jessica, serta Luthfi berkunjungl angsung ke SDS BHAKTI TUGAS, disini kami bertemu langsung dan melakukan sesi wawancara langsung dengan Bapak Mashur dan Bapak Nur selaku guru agama Islam di sekolah dasar ini.
Bapak Mashur dan Bapak
Nur menyambut kami dengan karisma seorang guru sekolah dasar yang penuh dengan
semangat namun tetap dibumbui dengan candaan yang ringan. Setelah melakukan
perkenalan, kami memulai proses wawancara ini, disini kami menanyakan banyak
hal tentang pendidikan toleransi antar umat beragama khususnya di sekolah
dasar. Disini kami dijelaskan bagaimana Pentingnya pendidikan Agama dalam
membangun karakter manusia yang baik kedepannya. Kami perlahan juga diajak
berfikir layaknya seorang guru yang mengajari anak muridnya yang masih polos
dan belum banyak mengerti tentang Agama, toleransi, serta membangun karakter
yang baik
Setelah berbinjang
selama kurang lebih setengah jam disini kami dijelaskan bahwa lewat cerita dan
dongeng yang berwarna-warni, murid-murid sekolah dasar dapat menerima pesan
moral serta ajaran-ajaran yang menjelaskan toleransi dengan lebih jelas, penuh
makna, namun tetap menarik di mata anak-anak.
contoh cerita yag
dapat disampaikan adalah cerita Nabi-Nabi besar Allah, cerita sejarah hidub
Nabi Muhammad, serta cerita sahabat-sahabat Nabi. Lewat cerita tersebutlah
secara tidak langsung murid-murid sekolah dasar mulai belajar tentang toleransi
lewat cara yang mudah, berwarna, ramah, serta efisien. karena murid-murid
sekolah dasar dapat membayangkan serta mengimajinasikan segala bentuk cerita
yang disampaikan oleh guru dan orang tua. Selain mereka banyak belajar dalam
menanamkan pola fikir toleransi, murid-murid sekolah dasar tersebut perlaham
membangun karakter yang baik dan sesuai dengan ajaran agama islam namun tetap
menjunjung tinggi rasa toleransi.
Kami dapat
menyimpulkan bahwa pendidikan karakter lewat agama sejak dini sangatlah penting
bagai manusia. Dan cara yang baik adalah lewat cerita, dongeng, serta
tampilan-tampilan edukatif yang berwarni-warni (kartun, buku cerita bergambar,
dll) namun tetap mempunyai nilai moral yang dapat ditanam sejak dini, sehingga
tumbuh menjadi manusia yang berkarakter baik kedepannya.
Berikut beberapa
foto saat kami melakukan wawancara


Agama Katolik
Setelah itu untuk mewawancara tokoh agama yang selanjutnya. Kami
mengunjungi MCI (Marian Centre Indonesia) untuk bertemu dengan Pastur selaku
tokoh agama Katolik. Disini kami bertemu langsung dan melakukan sesi wawancara
langsung dengan Pastur Fancy yang melakukan pelayanan di Gereja MBK.
Setelah kami masing-masing memperkenalkan diri, kami memulai proses
wawancara ini, kami bertranya banyak hal tentang bagaimana tanggapan Pastur
tentang keanekaragaman agama di Indonesia. Disini kami dijelaskan bahwa
membangun rasa toleransi antar umat beragama sangatlah penting, dan sikap
toleransi harus dimulai dari diri kita sendiri.Dalam Katolik, aspek kerukunan
hidup beragama dan saling toleransi dapat diwujudkan melalui hukum Cinta Kasih
yang merupakan pedoman hidup umat Kristiani. “Kasihanilah Tuhan dengan segenap
hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap hal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Kasihanilah sesama manusia seperti dirimu sendiri.” Yakni kita selayaknya
mengasihi Allah dan sesama kita manusia karena Cinta Kasih adalah hukum utama
dan yang terutama dalam kehidupan umat Kristiani.
Hukum Cinta Kasih menggambarkan bahwa kita semua dihadapan Tuhan
memiliki hak yang sama, karena itu jangan lah kita membeda-bedakan apa yang
dihadapan Tuhan sama. Kita harus hidup rukun dan saling mengasihi meskipun kita
berbeda-beda agama. Dari mengasihi orang lain dan sesama kita yang berbeda agama,
kita akan memiliki sikap saling menghormati agar tercipta kehidupan yang rukun
dan damai.
Tindakan anarkis yang terjadi atas nama agama membuat kita menjudge
sebuah agama buruk karena menjadi sumber timbulnya masalah. Padahal sebenarnya,
hal itu terjadi karena kepentingan pribadi lainnya/golongan yang mengorbankan
dan memanfaatkan agama sebagai alasan untuk membenarkan tindakan mereka. Pada
dasarnya agama itu baik, agama manapun tidak pernah mengajari kita untuk
membenci agama lain dan menjadi dasar untuk membuat permasalahan.
Karena itu, kita perlu kembali berpikir bahwa sebenarnya semua agama itu
baik, agama awalnya ada sebagai pedoman hidup manusia, sebagai tatanan moral
untuk kita hidup rukun dan harmonis dalam masyarakat, untuk menghindari konflik
bukan sebagai pemicu konflik.
Perlu adanya revolusi iman agar kita tidak lagi
memandang agama sebelah mata dan menyalahkan agama atas terjadinya konflik.
Dimana kita mengembalikan agama pada posisinya yang murni, bukan sebagai
institusi politik yang memicu terjadinya fitnah antar agama dan memacu adanya
perselisihan.
Selanjutnya kami mewawancara Tokoh agama buddha di Vihara Prasadha
Jinarakkhita.
Cukup sulit untuk dapat menemui Bhante yang akan kami wawancarai pada
awalnya, tetapi wawancara tetap berlangsung walaupun bhante yang ada sedang
ditengah kesibukannya.Kekurukanan antar umat beragama adalah penting
adanya apalagi didalam sebuah bangsa yang besar dengan beragam agama
didalamnya. Dalam rangka menuju terciptanya dan melestarikan Tri Kerukunan
tersebut adalah dengan meningkatkan Moral, Etika, dan Akhlak bangsa yang
disebut SILA. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang
menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Moral dalam manifestasinya dapat
berupa aturan, prinsip-prinsip, benar dan baik, terpuji dan mulia. Dengan
dasar ajaran cinta kasih (metta) dan kasih sayang (karuna) terhadap
semua makhluk, agama Buddha memberikan peluang dan wawasan kepada umatnya untuk
memiliki wawasan keagamaan yang insklusif mau menerima dan menghargai kehadiran
golongan agama lain di luar dirinya.
Di Indonesia sendiri kehidupan antar umat beragama sudah baik, terdapat
toleransi antar umat beragama, tidak hanya agama melainkan juga keperbedaan ras
yang juga dilindungi dalam undang- undang. Di Vihara Prasadha Jinarakkhita,
pada setiap acara atau kegiatan yang diadakan di Vihara adalah terbuka bagi
umum, baik buddist maupun non-buddist. sehingga masyarakat non-buddist juga
dapat lebih mengenal agama buddha. Disini data terlihat pentingnya rasa
toleransi atar umat beragama.
Sayang sekali wawancara kami dennen bhante tidak berlangsung
lama, kami juga lupa melakukan foto bersama, sebelum kami dan bhante
berpamitan.







No comments:
Post a Comment